Sapi Limosin Super Besar
Jumat 14 Juli 2017

Pandeyan - Bulan Ramadhan yang kini datang dan tak lama lagi Idul Korban akan tiba namun Anda masih bingung mencari referensi hewan kurban yang sesuai syariat? Anda wajib mampir ke Desa Pandeyan Kecamatan Ngemplak Boyolali. Puluhan sapi berukuran besar diperlihara di desa ini. Lokasi tepatnya berada di  Dukuh Menjing RT 01 RW 02. Bobot sapi dijual berukuran lebih dari 8 kuintal. Salah satu peternak sapi jumbo di Desa Pandeyan adalah Supono Hadi Prayitno atau yang kerap dipanggil Supono.

Di Dukuh Menjing Supono dikenal sebagai peternak berdarah dingin. Semua anak sapi yang ada dipeternakannya mampu disulap menjadi sapi-sapi berukuran jumbo. Supono hanya membutuhkan waktu kurang lebih empat hingga lima bulan untuk membuat sapi tersebut memiliki ukuran jumbo.

Supono menggemukan sapi jenis limosin dan metal katena memiliki bibit sapi berukuruan jumbo. Tak hanya itu sapi limosin juga banyak diburu para pejagal untuk dijual kiloan. Daging sapi besar juga banyak dipilih oleh pedagang bakso dan makanan berbahan daging lainnya. Tekstur yang lebih baik serta cita rasa yang gurih menjadi keunggulan lainnya. Sapi yang bagus harus memiliki kulit yang mulus dan dan postur  yang baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah sapi tidak memiliki cacat fisik. 

Supono mengaku tidak menggunakan pakan atau perawatan yang khusus dalam menggemukkan sapi-sapinya.Pada umumnya Supono memberikan makanan adalah konsentrat pakan, rumput, jerami, singkong dan ampas tahu. Supono mengatakan bahwa ia tidak menggunakan pakan ampas bir seperti yang umum dilakukan di Jawa Barat untuk menjaga kehalalan sapinya.

Bapak satu anak ini rajin memberikan makanan dan vitamin untuk menjaga kesehatan ternaknya. Suplemen yang diberikan adalah campuran telur bebek dan minuman soda. Setiap ekor sapi menghabiskan 15 butir telur bebek. Suplemen yang diberikan sebulan sekali tersebut berfungsi untuk menaikkan nafsu makan sapi dan mempercepat penggemukkan.

Salah satu pelanggan sapi Supono adalah Presiden Joko Widodo. Pada tahun 2016 lalu Presiden Jokowi membeli sapi milik Supono seberat 1.2 ton. Supono menjual sapi jenis limosin tersebut dengan harga tujuh puluh juta rupiah. Dari penjualan tersebut, Pria enam puluh tujuh tahun ini mampu meraih untung hingga tujuh juta rupiah per ekornya. 

Kendala yang dihadapi sebagian besar peternak di Boyolali adalah masalah permodalan. Keterbatasan modal membuat mereka kesulitan mengembangkan bisnis mereka. Untuk pemasarannya sekarang ini cukup terbantu dengan keberadaan bisnis online. Jika Supono tidak memiliki stok sapi untuk dijual, ia biasa menjualkan sapi milik teman-temannya sesama peternak melalui media online. Saat hari raya kurban merupakan panen raya bagi para peternak sapi. Sebab, selisih harga jual sapi antara hari biasa dengan hari raya mencapai dua puluh juta rupiah. Silakan menghubung Supono di 0858-6772-0910 jika ingin memesan sapi untuk persiapan Idul Adha Anda nanti.

Berita Terkini
Bersama Untuk Kesejahteraan
Jumat 14 Juli 2017
Jalan Nyaman di Dukuh Garen
Jumat 14 Juli 2017