Kambing Bebas Darah Tinggi
Jumat 14 Juli 2017

Pandeyan – Kambing maupun masakan olahan menggunakan bahan kambing kerap menjadi momok bagi pengidap hipertensi. Hewan berkaki empat dan berjenggot ini dituding meningkatkan tekanan darah dengan cepat. Di Dukuh Welar Desa Pandeyan Kecamatan Ngemplak Boyolali terdapat jenis kambing yang aman dikonsumi bagi penderita hipertensi. Ya, di Desa Pandeyan ini terdapat kambing dengan jenis Cokol yang dikembangbiakkan secara organik sehingga aman untuk kesehatan.

Muhammad Solihin adalah orang di balik pengembangan ternak kambing secara organik. Bapak lima puluh tujuh tahun ini memiliki delapan belas kambing Cokol dan Gibas. Solihin memilih mengembangbiakan kambing cokol karena selain bebas kolesterol, kambing cokol juga memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan kambing gibas.

Pria yang telah sejak kecil berternak kambing ini berpindah menjadi peternak kambing organik sejak empat belas tahun lalu ini menggunakan suplemen khusus yang membuat bau kotoran kambing tidak menyengat. Solihin menggunakan metode fermentasi sehingga limbah dari sawah dapat digunakan untuk pakan ternak, dan limbah kotoran kambing dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Solihin berhasil mengembangkan sistem peternakan minim limbah. Pupuk kompos menjadikan pertaniannya menjadi pertanian organik. Solihin mengatakan kambing juga diberi makan rumput dan ampas tahu sebanyak satu ember setiap harinya.

Pemasaran kambing hasil ternaknya tidak terlalu sulit. Bapak dua anak ini tidak perlu pergi ke pasar untuk memasarkan kambing-kambingnya. Para pembeli akan datang ke rumah Solihin. “Pemasarannya cukup di rumah saja,nanti kalau ada warga yang butuh langsung datang ke rumah,” ungkap Solihin. Keuntungan berternak kambing juga akan meningkat pesat saat hari raya kurban tiba.

Solihin yang juga Kepala Dusun II Desa Pandeyan ini mengatakan tujuan utamanya memelihara kambing adalah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Jika hari raya kurban tiba, Solihin dan keluarganya masih bisa berkurban tanpa harus membeli.

Peternak kambing organik di Desa Pandeyan tak hanya Solihin semata. Peternak kambing lainnya adalah Suhar. Awalnya Suhar memiliki empat ekor domba yang ia pelihara namun kini telah berkembang menjadi dua puluh lima ekor. Suhar yang juga pengusaha tahu ini memulai memelihara domba sejak lima tahun lalu. Satu ekor domba biasa dijual dengan haraga dua juta rupiah per ekor. Domba akan siap dijual saat berumur satu tahun.

Perawatan domba organik menurut Suhar cukup mudah. Tidak ada perawatan khusus yang dilakukan untuk menjaga kesehatan domba berwarna putih ini. Domba hanya perlu disuntik oleh dokter hewan saat sakit. Domba milik Suhar sengaja diberi tempat yang luas agar dapat bebas berlarian.  Ketika senja tiba, domba-domba tersebut akan dimasukkan ke sebuah rumah panggung yang berada diujung kandang.

Dalam pemberian pakan, Suhar sama seperti Solihin. Domba rajin diberi makan ampas tahu, rumput, dan sayur mayur yang dibuang dari pasar. Sayur-sayuran yang dijadikan pakan ternak tersebut hanya diperoleh dari tetangganya yang menjual sayur di pasar. Dalam satu hari, domba-domba tersebut makan tiga kali sehari. Suhar dapat dihubungi di nomor 0878-3491-1122.

Berita Terkini
Bersama Untuk Kesejahteraan
Jumat 14 Juli 2017
Jalan Nyaman di Dukuh Garen
Jumat 14 Juli 2017