Dari Buku Raih Kejayaan
Jumat 14 Juli 2017

Pandeyan - Burung puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang. Burung berkaki pendek ini banyak dikembangbiakkan karena menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Usaha peterankan burung puyuh memiliki perawatannya yang mudah namun keuntungan yang diraih juga cukup besar.

Sugiyanto menjadi satu-satunya peternak puyuh di Desa Pandeyan Kecamatan Ngemplak Boyolali. Lelaki paruh baya ini sebelumnya berprofesi sebagai pengusaha perak dengan menampung limbah cuci film foto. Perubahan tren gaya hidup ke era digital membuat perusahaan film pun tidak ada lagi sehingga usaha perak Sugiyanto mengalami kesulitan bahan baku sehingga membuatnya terpaksa menutup usahanya. Kini Sugiyanto memilik empat ribu lima ratus ekor yang dikelola sendiri tanpa bantuan karyawan.

Warga dukuh Welar RT 03 RW 08 ini membuka usaha ternak puyuhnya pada akhir tahun 2014 lalu. Bapak dari tiga anak ini mempelajari cara beternak puyuh dari membaca buku. Ilmu dari buku itulah yang membawa Sugiyanto dalam kesuksesan menjadi peternak puyuh. Ketelatenan dan kesabaran yang telah lama ada pada dirinya juga menjadi modal pendukungnya.

Ternak puyuh Sugiyanto menghasilkan dua macam produk. Tak hanya telur puyuh untuk konsumsi, Sugiyanto juga melakukan penetasan dan menjual bibit telur puyuh. Pemasaran telur dan bibit puyuh tidak terbatas di Boyolali saja, melainkan telah sampai hingga pulau Kalimantan. Setiap hari Sugiyanto mengirimkan dua kardus telur puyuh. Satu kardus berisi 750 biji telur puyuh. Satu kardus dijual dengan harga seratus tujuh puluh ribu rupiah. Sugiyanto menjual bibit burung puyuh dengan harga dua ribu rupiah per ekor namun bibit baru bisa dikirim dalam waktu satu minggu.

Omzet yang didapatkan Sugiyanto mencapai dua puluh tiga juta rupiah dalam sebulan. Biaya perawatan yang diperlukan dalam sebulan mencapai adalah 5 juta rupiah sehingga keuntungan bersih yang dahasilkan dari ternak puyuh adalah delapan belas  juta rupiah. Keuntungan yang tinggi ini membuat modal awal akan kembali dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, modal awal untuk berternak 1000 ekor burung puyuh hanya memerlukan dana sebesar sebelas juta rupiah.

Keunggulan produk dari peternakan Sugiyanto adalah tidak menggunakan bahan kimia sehingga telur puyuh pun akan mampu bertahan lebih lama. Warga asli pandeyan ini juga menggunakan suplemen organik cair dengan dosis yang lebih tinggi untuk membuat cangkang telur lebih kuat.  Suplemen tersebut juga membuat kandang tidak berbau. Suplemen juga mengurangi kematian burung puyuh dalam satu kandang.

Impian Sugiyanto selanjutnya adalah mengembangkan peternakannya menjadi lebih luas. Sayang dana yang dibutuhkan untuk perluasan kandang dan penambahan burung puyuh mencapai empat puluh juta rupiah.

Sugiyanto juga berharap agar masyarakat turut bergabung membudidayakan ternak puyuh, hanya minat masyarakat masih belum tinggi. “Mayoritas warga Pandeyan berprofesi sebagai tukang bangunan dengan upah kurang lebih seratus ribu rupiah belum dipotong uang makan dan bensin. Jika mereka mau memulai ternak puyuh, uang yang dihasilkan pasti jauh lebih tinggi.” Tutup Sugiyanto

Anda dapat belajar dari kesuksesan Sugiyanto dengan menghubungi nomor 081-329-968-522

Berita Terkini
Bersama Untuk Kesejahteraan
Jumat 14 Juli 2017
Jalan Nyaman di Dukuh Garen
Jumat 14 Juli 2017